Slogan kami

Redaksi Buletin Pustaka mengucapkan Selamat Hari Soempah Pemoeda, 28 Oktober 2013

Kamis, 18 Agustus 2011

Tulisan Mini


Tulisan Mini

Persahabatan


Suatu persahabatan akan berlangsung lama atau awet apabila masing – masing dirinya/pelakunya mempunyai suatu prinsip yang sama. Tetapi suatu persahabatan akan hancur apabila sudah ternodai dengan yang namanya cinta.

Sri Lestari (XTB2) SMK N 1 Kaliwungu

Sahabat… aku dan kamu adalah satu, bersatu untuk menuju cahaya keabadian.

Diana PS / SMK N 1 Kaliwungu

Sahabat merupakan sesuatu yang kita butuhkan, sahabat itu orang yang selalu ada untuk kita orang yang bisa kita percaya.

Dwi Lestari / SMK N 1 Kaliwungu

Adalah sosok seorang teman yang setia, dia selalu ada untuk kita. Sahabat yang selalu ada menemani dimanapun kita berada. Selalu mau menerima apa adanya. Tempat mencurahkan isi hati.

Dhela Y.A (XTB.1) SMK N 1 Kaliwungu

Persahabatan itu lebih baik daripada kita berteman, karena sahabat itu lebih mengerti ketika kita sedang mempunyai masalah dan sahabat itu lebih baik serta selalu ada ketika dibutuhkan.

Lulu Nafisah / SMK N 1 Kaliwungu



Cinta

Ketika cinta datang menyapa hatiku, gemetar, jiwaku melayang, tak tahu entah kemana, ataukah akan terus mengembara atau mungkin berhenti sejenak tuk melepas penatnya hingga detik terakhir aku belum juga menyadarinya kala cinta menyita hatiku.

Destyawati (XTB2) SMK N 1 Kaliwungu

Cinta bagiku misterius
Aku kadang merasakan cinta yang tidak menyenangkan. Cinta yang indah kurasakan pernah hilang tiba – tiba. Saat terasa tersakiti dengan kata yang seperti racun. Apakah aku harus melupakan cinta ini untuknya?... mungkin iya....
Karena racun itu sedah menjalar dihatiku. Aku ingin mencari obat dari racun itu. Tapi obat yang kucari di apotikpun tidak ada... obat racun cinta.....

Nursanti (XTKR2) SMK N 1 Kaliwungu

Cinta bagiku sangat menyenangkan, tapi cinta ku yang bertepuk sebelah tangan. Cintaku telah hilang dan semua mimpi-mimiku serna lah sudah. Bagai air dengan minyak yang tidak bisa disatukan

Rina Sriyanti (X1 IPS) SMA Bhakti Muda Kaliwungu

Maaf aku merusak cinta kalian, tapi jangan kawatir nanti aku akan ke tukang servis untuk emperbaiki cinta yang aku rusak.

Rangga Agil Wibowo (X) SMA Bhakti Muda Kaliwungu

Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, tak pernah kuduga bahwa aku terpesona. Aku selalu terbayang-bayang oleh wajahnya.

Alfian Mentari (X) SMA Bhakti Muda Kaliwungu

Cinta itu indah, setiap saat orang yang merasakan cinta akan bangga. Meskipun cinta yang dirasakan hanya sekejap saja.

Sumarsih / SMA Bhakti Muda Kaliwungu

Hasil workshop penulisan bagi siswa, pada tanggal 15 Agustus 2010 di Pendopo Kantor Kecamatan Kaliwungu

Rabu, 17 Agustus 2011

PERPUSTAKAAN DI DAERAH PERBATASAN : Peluang dan Manfaatnya bagi masyarakat



PERPUSTAKAAN DI DAERAH PERBATASAN
Peluang dan Manfaatnya bagi masyarakat
*/ Bambang Murdianto, SS.

 Pendidikan adalah hak dasar manusia, yang harus dipenuhi oleh suatu negara. Tanpa melihat atau mempertimbangkan asal usul, suku, agama, ras dan dari mana manusia itu tinggal. Di perkotaan, pedesaan, daerah maju ataupun daerah terpencil mutlak diberikan fasilitas pendidikan yang layak. Di UUD 1945 pun, sudah di letakkan dasar bahwa, tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pendidikan (pasal 31 UUD 1945, perubahan IV-2002).
Perpustakaan yang merupakan sarana pendidikan harus ikut berperan memberikan sumbangsih dalam mensukseskan pendidikan kepada semua masyarakat. Undang-undang perpustakaan yang telah ditetapkan menjelaskan bahwa masyarakat didaerah terpencil, terisolasi atau terbelakang sebagai akibat faktor geografis berhak memperoleh layanan perpustakaan secara khusus. (Pasal 5 ayat 2 UU No. 43 Tahun 2007).
Kabupaten Semarang yang dikelingi 7 kabupaten/kota dan 1 kota (Salatiga) yang berada didalam wilayah Kabupaten semarang, mempunyai keadaan geografis yang kurang menguntungkan, selain jarak yang jauh dikelilingi gunung-gunung, juga wilayah yang sangat luas. Seringkali karena alasan-alasan tersebut daerah-daerah perbatasan kurang mendapat perhatian.
Mengambil istilah DEMOKRASI INFORMASI (Sutarno NS, dalam bukunya ”Perpustakaan dan Masyarakat”), semua orang mempunyai hak yang sama untuk memanfaatkan perpustakaan. Mendasarkan pada hal tersebut, Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang memulai usaha pemerataan informasi sebagai fasilitator dengan pembukaan pos baca perpustakaan di daerah perbatasan. Pos baca perpustakaan direncanakan dibuka di beberapa kecamatan yang berbatasan langsung dengan kabupaten/kota lain.
Pos Baca ini nantinya menyediakan banyak koleksi life skill serta pengetahuan praktis bagi masyarakat, sehingga diharapkan secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat dengan mengaplikasikan langsung informasi yang didapat dari buku. Pos baca juga bertujuan menjadikan masyarakat tanggap informasi. Selalu up to date dengan perkembangan pengetahuan, sehingga tidak tertinggal dari daerah perkotaan.
Tujuan pembukaan pos baca di kecamatan daerah perbatasan selain penyediaan fasilitas dan sumber informasi bagi masyarakat, yang tidak kalah penting pos baca nantinya bisa sebagai pusat pembelajaran. Buku-buku yang disediakan (termasuk koleksi lain; koran,majalah,dsb) secara tidak langsung menciptakan masyarakat yang cerdas, masyarakat pembelajar, masyarakat yang gemar membaca dan berbudaya. Masyarakat yang gemar membaca berkorelasi langsung dengan karakter, pandangan, dan wawasan yang luas.
Jadi titik akhirnya, masyarakat sekitar pos baca selanjutnya akan bersikap mandiri, percaya diri dan mampu mengikuti perkembangan dan tantangan perubahan zaman. Pos baca juga termasuk sarana belajar nonformal yang cara belajarnya masyarakat akan memperoleh kesenangan, dan kepuasan batin melalui membaca buku.
Sebagai tonggak awal, Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang pada bulan ini, bekerja sama dengan Kantor Kecamatan Kaliwungu, akan membuka Pos Baca Perpustakaan. Yang nantinya diharapkan dapat bermanfaat langsung bagi masyarakat. Dengan dibukanya Pos Baca ini, masyarakat yang memerlukan informasi tidak perlu jauh-jauh ke Perpustakaan di Kabupaten lain.
Masyarakat di kecamatan Kaliwungu, menurut Kasi Perpustakaan (Perpustakaan Kabupaten Boyolali) sering berkunjung dan memanfaatkan layanan di perpustakaan Kabupaten Boyolali. Hal ini dibuktikan dengan bukti adanya kehadiran banyak warga sekitar Kecamatan Kaliwungu dibuku tamu Perpustakaan Umum Kabupaten Boyolali.
Selain fungsi sebagai sarana rekreasi informatif bagi masyarakat, pos baca yang memiliki koleksi beragam diharapkan mampu merubah pola pikir masyarakat kearah yang maju. Sebagai pusat informasi bagi masyarakat, pos baca perpustakaan berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi, hal ini sesuai dengan sasaran pemerataan pembangunan dan pengembangan daerah perbatasan yang menjadi misi utama pembukaan Pos Baca di Kantor Kecamatan Kaliwungu ini.

Pembukaan pos baca ini tentunya harus didukung ketersedian koleksi yang cukup memadai, sampai Periode Juni 2010 koleksi yang dimiliki Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang sebanyak 49.000 eksemplar. Jumlah tersebut jauh dari kata mencukupi, karena Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang selain memiliki layanan perpustakaan di Ungaran juga memiliki Layanan Perpustakaan di Ambarawa, serta beberapa pos baca yang sudah melayani masyarakat; Pos Baca Medika di RSUD Ungaran, Pos Baca Kantor Kecamatan Bandungan. Itu belum buku-buku yang dipinjamkan dengan sistem layan silang ke lebih dari 65 pos keliling (sekolah,perpusdes,dll).
Untuk mensiasati kekurangan koleksi, Kantor perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang menerapkan sistem drop buku setiap bulan sekali, yaitu buku diputar pada masing-masing pos baca sebulan sekali. 
Kedepan, pembukaan pos baca ini diharapkan semua daerah perbatasan bisa di kembangkan, Selain Perpustakaan Umum Kabupaten Boyolali, yang menjadi tempat mencari informasi warga di daerah perbatasan lain seperti Kecamatan Pabelan, Tengaran, Tuntang maupun Banyubiru juga sering berkunjung ke Kantor Perpustakaan Umum Kota Salatiga, seperti yang tercantum data Buku Pengunjung Perpustakaan Umum Salatiga.
Pos Baca Perpustakaan di daerah perbatasan ini diharapkan bisa memenuhi harapan masyarakat luas akan informasi pengetahuan tanpa terkendala jarak. Budaya gemar membaca akan mempengaruhi sendi-sendi kehidupan, selain peningkatan taraf hidup, perubahan pola pikir juga selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, Sehingga apa yang tertuang didalam UUD RI 1945 bisa terwujud, khususnya hak setiap warga Negara untuk menikmati pendidikan, melalui ilmu pengetahuan yang ada di buku.
Adanya perhatian pada masyarakat dengan berbagai pembangunan salah satunya  penambahan fasilitas informasi dalam bentuk pos baca perpustakaan tentunya akan menambah partisipasi aktif masyarakat dalam membangun daerah.
*\ staf pengembangan Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang

Kamis, 02 Juni 2011

MENABUR INOVASI MENUAI PERPUSTAKAAN BERGIZI


MENABUR INOVASI MENUAI PERPUSTAKAAN BERGIZI

Bagi sebagian orang, perpustakaan selalu identik dengan kumpulan buku-buku beraneka judul di sebuah rak kayu. Stereotip itu selalu muncul dalam benak setiap mendengar kata perpustakaan. Karenanya, banyak orang yang enggan masuk atau berlama-lama disana karena membosankan dan membuat jadi mengantuk.
Seyogyanya para pengelola perpustakaan selalu mengedepankan empati pada harapan masyarakat pengguna tentang sebuah tempat yang mampu “memanjakan” kebutuhan memperoleh pengetahuan namun tetap menghibur.
Untuk memenuhi ekspektasi itu, pengelola harus mau dan mampu mengevaluasi  segenap program dan kegiatan yang telah berjalan. Evaluasi itu mencakup berbagai aspek termasuk kekuatan, kelemahan maupun peluang pengembangan perpustakaan. Obyek evaluasi antara lain koleksi buku, mutu pengelola dan penambahan fasilitas pendukung serta inovasi lainnya.
Penambahan koleksi buku harus terus dilakukan dengan mengedepankan pembaharuan keilmuan. Usahakan sedapat mungkin untuk mencakup seluas mungkin bidang keilmuan. Sehingga mampu menarik minat berkunjung para pengguna untuk membaca buku-buku sesuai kebutuhannya. 
Selain itu relevansi judul buku dengan kebutuhan masyarakat setempat juga perlu mendapat perhatian di saat memutuskan untuk menambah koleksi buku. 
Tak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi informasi membawa dampak pada pemanfaatan alat (gadget) untuk mengakses informasi. Sehingga buku bukan satu-satunya sarana membaca dan memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan.
Sudah jamak, masyarakat modern saat ini mengakses informasi lewat internet ataupun electronic book (e-book). Karenanya, perpustakaan yang responsif terhadap kebutuhan pengguna tidak menafikan penyediaan fasilitas internet sebagai sarana penunjang koleksi buku yang ada.
Berbagai fasilitas dan pengembangan perpustakaan itu tetap harus didukung kesangkilan para pengelolanya. Sebab, selengkap apapun fasilitas dan koleksinya, pengunjung perpustakaan tetaplah makhluk sosial yang lebih nyaman berkomunikasi secara personal.
Bagi pengelola perpustakaan, tetaplah mengedepankan pelayanan personal yang hangat dan bersahabat kepada pengunjung. Selain itu, pengembangan sesuai kebutuhan masyarakat juga harus terus berjalan.  Jadi, pelayanan perpustakaan tetap memiliki mutu tinggi alias “penuh gizi”!(*/junaedi)

S A L A M R E D A K S I


S A L A M     R E D A K S I

Ass.Wr.Wb.

Pembaca Buletin Pustaka yang selalu semangat.. , Buletin bulan Juni 2011 ini  tampil dengan segudang kegiatan dan beberapa prestasi yang didapat belum lama ini.  Diawali dengan Perpustakaan  “Cemerlang” Desa Tlompakan  Kecamatan Tuntang  yang meraih Juara III Lomba Perpustakaan Desa tingkat Provinsi Jawa Tengah  tahun 2011  kemudian pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional tingkat Kabupaten 20 Mei 2011 , Kantor Perpustakaan Daerah menerima penghargaan  Citra  Bhakti Abdi Negara dari Bupati Semarang. Harapan kami semoga  prestasi ini dipertahankan bahkan meningkat dan khususnya perpusdes-perpusdes yang lain dapat mengikuti jejak perpusdes cemerlang.
          Pengembangan  minat dan budaya baca masih harus kita sosialisasikan secara terpadu dengan dukungan berbagai pihak., Melalui TP.PKK dari tingkat Desa sampai Kabupaten , diharapkan akan lebih mengoptimalkan peran perpusdes. Disamping itu peran PKK  dalam menumbuhkan  minat baca dapat dilakukan melalui “ dongeng” kepada putra putrinya yang masih usia dini. Artikel “mendongeng dapat meningkatkan kecerdasan anak”  bisa dibaca pada edisi ini.  
          Tumbuhnya perpustakaan desa dan embrionya seperti rumah baca lereng pena  di desa Lerep merupakan salah satu  bentuk  adanya peningkatan  budaya baca di  Bumi Serasi ini. Selanjutnya kami  berharap  pengembangan  budaya baca  di seluruh wilayah desa melalui peningkatan jumlah perpustakaan desa.
          Akhir kata kami mohon saran dan kritik yang membangun untuk peningkatan kualitas buletin pustaka.

Wass. Wr.Wb.,


    
Mengayuh Waktu
*\Widita Sri Wahyuni

Berawal dari titik tersepi..
Kala tanganku menari, mengurai sajak-sajak rintih manusia
Terbakar dalam tangis pilu
Tersengau segala lara
Nan kian menyayat jiwa
Q menggontai bait-bait penuh kutukan nafas syetan
Bergemuruh-bergelut dengan suara gerimis nan rapat
Menggali segala resah dalam samudera kata
Ku… terpejam dalam beribu mimpi
Terperanjat dalam do’a di segala waktu

Ya Rabb…
Dimana ruh-Mu bersandar
Ratusan senja yang kulalui
Ribuan waktu yang ku potong
Namun… , Tak akan jua Kau ku temukan di alam fana ini

Sudah terlalu lama rinduku tertahan
Terpisah jarak dan waktu
Seakan terbungkus keraguan dan keterdamparan
Tak tau arah kemana langkah kan aku bawa
Adakah engkau disana
Mengendap-endap, memantau kami dengan segala Kuasa-Mu
Mengguyung kami dalam petaka dan kelam atas segala dosa…

Wahai anak adam
Tak takutkah engkau pada amarah-Nya?
Melangkah dalam dunia, menjajah bumi yang kian memberontak
Jikalau petaka menghadang meremuk-redamkan segala cahya
Menghancurkan hingga berkeping, gelap-remuk dunia ini
Mengapa hanya waktu yang kau ayuh….
Haruskah amarah-Nya yang maha dahsyat mengguncang fana
Terbalas dengan airmata yang kehilangan seluruh matahari
Dengan rasa jerit-sakit
Memotong-mengayuh waktu usia
Hingga menggapai sluruh kemenangan
Di atas piala usia….


Alamat : Gintungan, Bandungan
Sekolah: SMK Informatika NU Ungaran