Oleh : Mafud Fauzi
Menurut sahibul hikayat, sekitar abad ke 15,
konon ada Seorang Pangeran dari Kerajaan Mataram yang ke dua, bernama Danang
Sutawijaya yang berkelana (Dolan/Sobo)
Setelah menempuh perjalanan jauh dan berbulan-bulan
lamanya, sampailah Sang Pangeran di sebuah hutan lebat. Karena dianggap sebagai
tempat yang cocok, Sang Pangeran memutuskan untuk bertapa, bermunajat memohon
petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kelak
di kemudian hari, tempat pangeran untuk bertapa dinamai dengan sebutan “PROJO” (Bhs
Jawa-Projo=sebuah singgasana untuk seorang raja). Saat ini tempat tersebut menjadi pasar dan dinamai Pasar Projo,
terletak di Kecamatan Ambarawa.
Demikianlah
Sang Pangeran mulai menyiapkan diri, mensucikan diri dengan harapan dalam pertapaannya
mendapatkan petunjuk dari Sang Hyang Widi, Tuhan Yang Maha Kuasa. Setelah genap
pertapaannya, Sang Pangeran mendapatkan apa yang diinginkannya. Dalam petunjuk
itu, Sang Pangeran diharuskan untuk mencari dan mandi di “Tuk Pitu” (Tujuh
Sendang/sungai)




