Slogan kami

Redaksi Buletin Pustaka mengucapkan Selamat Hari Soempah Pemoeda, 28 Oktober 2013

Minggu, 19 Mei 2013

Bersama Perpustakaan, Merancang Sukses Anak Sejak Dini

*Zulaekah

Bahasa cinta terhadap anak :
            pemberian hadiah, layanan yang baik, kata-kata pendukung, sentuhan fisik dan penyediaan waktu yang berkualitas bagi anak.            
           

            Setiap anak memiliki potensi sukses sejak dilahirkan, dan potensi tersebut terus diasah seiring pertumbuhannya. Hal yang paling berpengaruh terhadap potensi tersebut adalah kontak dengan lingkungannya. Lingkungan pertama yang dikenal anak adalah keluarga (pendidikan non formal), kemudian masyarakat (pendidikan informal) dan sekolah (pendidikan formal).Diantara ketiga lingkungan tersebut, lingkungan keluargalah yang paling berperan terhadap kisah sukses anak di masa mendatang. Hal ini dimungkinkan mengingat keluargalah yang paling dominan mengadakan kontak terhadap anak usia dini, anak di masa golden age.

Senin, 11 Februari 2013

PERAN IBU DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN BUDAYA BACA


PERAN IBU DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN BUDAYA BACA

            “Ibuku Perpustakaan Pertamaku”, slogan perpustakaan yang pernah dipopulerkan oleh Tantowi Yahya ini nampaknya sederhana, namun jika benar-benar diterapkan hasilnya akan sangat luar biasa. Mengapa demikian? Karena di tangan para ibulah, kualitas generasi penerus bangsa ditentukan.

Perpustakaan “Ngudi Ilmu”


Perpustakaan “Ngudi Ilmu”
Desa Mukiran Kecamatan Kaliwungu

Perpustakaan Ngudi Ilmu berdiri secara resmi tahun 2006, dengan SK Kepala Desa Mukiran waktu itu Bapak Sudarjono. “Berharap masyarakat Mukiran bisa terus menerus menimba ilmu di perpustakaan ini”, ungkap Bapak Sudarjono ketika BP bertanya ihwal nama Ngudi Ilmu.

Rumah Baca PANTER


Rumah Baca PANTER
Paguyuban Terminal, Depok.

Membaca buku dapat dilakukan di mana saja.
Di rumah, di sekolah, di perpustakaan, bahkan di terminal.



Terminal menurut anggapan umum lekat dengan banyaknya premanisme, kekerasan dan kejahatan. Namun berbeda, Terminal Depok sekarang ini jauh dari kesan tersebut. Adalah H. Agus Kurnia yang merintis mendirikan paguyuban terminal. Paguyuban ini terdiri dari beberapa kelompok-kelompok yang sudah ada di Terminal Depok.

Asal mula Grojogan Klenting Kuning


Asal mula Grojogan Klenting Kuning
Oleh : Mediarso Tri Soelistyo, SS. )*

Pada jaman keemasan kerajaan Jenggala-kediri, masa pemerintahan Prabu Lembu Amiluhur ada seorang pangeran yang terkenal baik budi, kesaktian dan ketampanannnya. Bernama Raden Panji Inu Kertapati atau Raden Panji Asmoro Bangun yang merupakan Putra mahkota Kerajaan. Disamping itu, Raden Panji ini juga dikenal karena mempunyai seorang istri yang halus budi bahasanya dan cantik jelita yang bernama Dewi Sekartaji atau Dewi Galuh Candra Kirana. Dimana menurut para pujangga kerajaan yang mempunyai ilmu tinggi, pasangan ini diramalkan kelak yang akan menurunkan raja-raja di tanah jawa.

ORANG TUA BERPERAN TANAMKAN BUDAYA BACA ANAK


ORANG TUA BERPERAN TANAMKAN BUDAYA BACA ANAK

Bupati H Mundjirin menegaskan orang tua memiliki peran penting menanamkan budaya membaca pada anak-anaknya. Karenanya, kebiasaan membaca harus dikenalkan sejak dini. Termasuk diantaranya mengajak anak-anak mengunjungi pameran buku dan kegiatan sosialisasi membaca lainnya. Hal itu dikatakannya saat membuka pameran buku murah Kabupaten Semarang 2012 di Ungaran, belum lama berselang.

Sambutan Bupati Semarang

Silaturahmi ke Perpustakaan


Silaturahmi ke Perpustakaan
Di Unit Pelayanan Perpustakaan Ambarawa


Selama bulan November-Desember, unit Pelayanan Perpustakaan Ambarawa mengadakan ‘silaturahmi’ dengan beberapa TK di sekitar Ambarawa. Mengakrabkan siswa dengan perpustakaan sekaligus mengajarkan anak mencintai buku adalah tujuan silaturahmi perpustakaan ini.
TK Kartika Siwi Ambarawa, adalah TK pertama yang bersilaturahmi dengan perpustakaan pada 27 November, kemudian 13 Desember 2012 TK ABA 2 Ambarawa dan yang terakhir dari TK Assalam Bawen (Apacinti).