Slogan kami

Redaksi Buletin Pustaka mengucapkan Selamat Hari Soempah Pemoeda, 28 Oktober 2013

Kamis, 30 Mei 2013

ASAL MULA DESA PLEDOKAN KEC.SUMOWONO

*/Mediarso Tri Soelistyo, SS.

Pada jaman dahulu kala ada sebuah ladang luas yang subur dan ditumbuhi dengan berbagai pohon besar. Namun pada waktu itu tidak satu orangpun yang berani menebang pohon-pohon besar tersebut. Karena masyarakat percaya bahwa pohon-pohon besar itu yang menyimpan air untuk menyuburkan tanah di ladang luas tersebut. Selain itu, di ladang itu merupakan tempat bersemayam roh para leluhur masyarakat setempat. Suatu waktu datang beberapa orang pribumi yang mengaku Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Rombongan ini dipimpin oleh Ratu Kedok. Mereka berpendapat daerah ladang luas yang subur itu merupakan hak kepemilikan dari VOC.

satu hari satu buku



Senin, 20 Mei 2013

"Bincang Sastra" Komunitas Penulis Ambarawa bersama Saut Poltak Tambunan


Berawal dari kesamaan hobi menulis, tak sengaja bertemu di Perpustakaan Ambarawa. Tercetuslah sebuah ide membentuk sebuah Komunitas. Komunitas Penulis Ambarawa lahir awal bulan Januari 2013 dengan pertemuan setiap 2 minggu sekali.
Di setiap ‘kopdar’, Ada bedah karya dari masing-masing anggota secara bergantian. Membaca naskah sastra dari salah satu anggota kemudian diberikan penilaian. “Biar bisa sama-sama belajar sekaligus mini proof reading bagi anggota”, ungkap Ibu Budiyanti, Guru SMPN 1 Banyubiru yang aktif dalam forum penulis Ambarawa ini. Komunitas yang lahir pada bulan Januari di Unit Pelayanan Perpustakaan Ambarawa ini, kemudian menjadikan perpustakaan Ambarawa sebagai basecamp, alias tempat berkumpul.

Lomba Penelusuran Informasi



Kegiatan Pramuka di Perpustakaan
       Salam Pramuka!
, Hari Kamis 31 Januari 2013, Di Unit Pelayanan Perpustakaan Ambarawa terlihat berbeda. Beberapa regu pramuka siaga dengan bendera kebanggaanya berbaris di depan perpustakaan. Mengikuti Lomba Penelusuran Informasi. Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten semarang bekerjasama dengan SDN Gondoriyo 01 Jambu.

LINGKUP TATA KEARSIPAN DALAM PERMENDAGRI NOMOR 78 TAHUN 2012


Oleh : Drs. Budiyono
   
Undang-Undang Nomor 43 Thun 2009 tentang Kearsipan telah diterbitkan dan menjadi landasan kita untuk melaksanakan kegiatan kearsipan, dengan harapan  agar terwujud penyelenggaraan  pemerintahan yang baik dan bersih dan dapat menunjukkan tanggungjawabnya dalam penyelenggaraan, penciptaan, pengelolaan dan pelaporan arsip yang tercipta dari kegiatan-kegiatannya. Pemerintah telah komitmen dengan UU tersebut, terbukti dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.
Untuk mengimplementasikan PP yang baru tersebut, maka terbit Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 78 Tahun 2012 tentang Tata Kearsipan di Lingkungan Kepmendagri dan Pemerintah Daerah. Dengan demikian pelaksanaan tata kearsipan diharapkan dapat menyesuaikan aturan baru dengan perkembangan dan teknologi sekarang ini sekaligus tata aturan yang lama seperti Permendagri Nomor 38 Tahun 2005 tentang Tata Kearsipan di Lingkungan Depdagri dan Permendagri Nomor 39 Tahun 2005 tentang Pedoman Tata Kearsipan di Daerah dinyatakan tidak berlaku lagi.

Solusi Murah Sarana Promosi Perpustakaan


*/Bambang Murdianto,SS.


Sudah mahfum, bila sebuah perpustakaan kesulitan untuk mengembangkan dirinya. Mulai dari keterbatasan kemampuan SDM sampai dengan kurangnya dukungan anggaran, yang menurut sebagian orang menjadi alasan klise untuk sebuah argumen stagnan-nya perkembangan perpustakaan. Namun kedua hal tersebut tidak bisa dikesampingan, merupakan faktor utama majunya perpustakaan.

SATU HARI SATU BUKU


*/Siti Masruroh,A.Ma.Pust

 Dalam pola kehidupan di masyarakat Indonesia membaca merupakan hal yang jarang menjadi konsumsi publik. Dalam survey yang dilakukan oleh badan survey nasional rata-rata masyarakat menengah kebawah tidak memiliki waktu untuk membaca. Mereka lebih disibukkan dalam mencari nafkah dan mengurus keluarga. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi negara Jepang yang juga terkenal sangat workaholic  walaupun mereka disibukkan dengan pekerjaan mereka menyempatkan waktu untuk membaca. Di jalan, di kendaraaan umum, di restoran dan dimana pun ada kesempatan mereka gunakan untuk membaca.
   Membaca banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan bahkan untuk hubungan sosial. Ada beberapa manfaat membaca di antaranya :
1. Membaca merupakan proses mental secara aktif. Tidak seperti duduk di depan sebuah kotak TV, Plasystation, dll, membaca membuat Anda menggunakan otak Anda. Ketika membaca, Anda akan dipaksa untuk memikirkan banyak hal yang Anda belum mengetahuinya. Dalam proses ini, Anda akan menggunakan sel abu-abu otak Anda untuk berfikir dan menjadi semakin pintar.
2. Membaca akan meningkatkan kosakata Anda. Anda dapat belajar bagaimana mengira suatu makna dari suatu kata (yang belum Anda ketahui) dengan membaca konteks dari kata-kata lainnya di sebuah kalimat. Buku, terutama yang menantang, akan menampakkan kepada Anda begitu banyak kata yang mungkin sebaliknya belum Anda ketahui.
3. Membaca akan meningkatkan konsentrasi dan fokus. Anda perlu untuk bisa fokus terhadap buku yang sedang Anda baca untuk waktu yang cukup lama. Tidak seperti majalah, internet atau email yang hanya berisi potongan kecil informasi, buku akan menceritakan keseluruhan cerita. Oleh sebab Anda perlu berkonsentrasi untuk membaca. Seperti otot, Anda akan menjadi lebih baik di dalam berkonsentrasi.
4. Membangun kepercayaan diri. Semakin banyak yang Anda baca, semakin banyak pengetahuan yang Anda dapatkan. Dengan bertambahnya pengetahuan, akan semakin membangun kepercayaan diri. Jadi hal ini merupakan reaksi berantai. Karena Anda adalah seorang pembaca yang baik, orang-orang akan mencari Anda untuk mencari suatu jawaban. Perasaan Anda terhadap diri Anda sendiri akan semakin baik. Namun ingat, ikhlas tetap merupakan jalan untuk mencapai kesuksesan, dan berhati-hatilah dari sikap merasa bangga diri. Bersyukurlah selalu kepada Allah atas secuil pengetahuan yang Anda miliki.
5. Meningkatkan memori. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa jika Anda tidak menggunakan memori anda, Anda bisa kehilangannya. Teka-teki silang adalah salah satu contoh permainan kata yang dapat mencegah penyakit Alzheimer. Membaca, walaupun bukan sebuah permainan, akan membantu Anda meregangkan “otot” memori Anda dengan cara yang sama. Membaca itu memerlukan ingatan terhadap detail, fakta dan gambar pada suatu literatur, alur, tema atau karakter cerita.
6. Meningkatkan kedisplinan. Mencari waktu untuk membaca adalah sesuatu yang kita sudah mengetahuinya untuk dilakukan. Namun, siapa yang membuat jadwal untuk membaca buku setiap harinya? Hanya sedikit sekali. Karena itulah, menambahkan aktivitas membaca buku ke dalam jadwal harian Anda dan berpegang dengan jadwal tersebut akan meningkatkan kedisiplinan.
7. Meningkatkan kretivitas. Membaca tentang keanekaragaman kehidupan dan membuka diri Anda terhadap ide dan informasi baru akan membantu perkembangan sisi kreatif otak Anda, karena otak Anda akan menyerap inovasi tersebut ke dalam proses berfikir Anda.
8. Mengurangi kebosanan. Salah satu kebiasaan yang saya miliki adalah, apabila saya merasa bosan, maka saya akan mengambil buku dan mulai membacanya. Apa yang saya temukan dengan berpegang kepada kebiasaan ini adalah, saya menjadi semakin tertarik dengan suatu bahasan buku dan saya sudah tidak bosan lagi. Maksud saya, jika Anda merasa bosan, Anda akan merasa lebih baik dengan membaca buku yang bagus, bukan? Jika Anda ingin memecahkan rasa malas yang monoton, dan kehidupan yang tidak kreatif dan membosankan, maka pergi dan ambillah satu buku yang menarik. Bukalah halaman-halamannya dan jelajahi dunia baru yang penuh dengan informasi dan kecerdasan. (Sumber: http://rachdie.blogdetik.com/2011/02/05/8-manfaat-membaca/)
   Tidak ada alasan untuk tidak membaca setelah mengetahui banyak sekali manfaat dari membaca. Memulai dari diri kita, keluarga, lingkungan sekitar. Isi waktu luang dengan membaca, jangan merasa malu ketika antre di bank membaca buku, di dalam angkot membaca buku. Pertama-tama akan terasa canggung tapi,lama-lama pasti akan biasa. Dengan begitu pasti juga akan menarik minat lingkungan di sekitar kita.
Mari membiasakan membaca hingga nanti berkembang menjadi budaya. Membudayakan membaca berarti mengangkat derajat bangsa untuk menjadi lebih baik, mempertahankan moral ketimuran bangsa. Membiasakan menbaca satu hari satu buku, mulai dari bacaan-bacaan ringan seperti koran, tabliot atau mungkin komik dan memiliki target untuk menaikan level tingkat bacaan yang lebih berbobot. Tidak ada ruginya dengan membudayakan membaca. Kesehatan otak dan wawasan kita semakin terasah, rasa percaya diripun akan semakin meningkat hal ini akan sangat berguna untuk hubungan sosial kita.
Pustakawan SMK Telekomunikasi Tunas Harapan.