PENGARUH PERMAINAN
TERHADAP KECERDASAN ANAK
Oleh: Sri Endarti,
A.Md
![]() |
Sri Endarti, A.Md |
Dunia
anak adalah dunia bermain dan bersenang-senang. Anak yang suka bermain berarti
anak itu sehat. Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan anak-anak untuk
memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil permainan. Sebelum dibahas
lebih lanjut tentang permainan yang mempengaruhi terhadap kecerdasan anak,
apakah yang dimaksud dengan permainan itu? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
menyebutkan bahwa permainan adalah perbuatan yang dilakukan dengan tidak
sungguh-sungguh (hanya untuk main-main). Disini mengandung arti bahwa anak-anak
yang melakukan permainan untuk mencari kesenangan tanpa melihat unsur yang
lain.
Adapun
macam-macam permainan dan pengaruhnya bagi kecerdasan anak menurut Nono yaitu:
1.
Catur
Menurut
Ensiklopedi Nasional Indonesia catur adalah suatu permainan yang dimainkan oleh
dua orang diatas kotak berwarna hitam-putih atau terang-gelap dengan 64 petak
bujur sangkar. Catur adalah olah raga semua umur. Catur bisa mengembangkan daya
ingat. Hal ini terbukti karena dengan bermain catur akan belajar teori komplit
melalui cara pembukaan yang sangat bervariasi. Catur meningkatkan daya
konsentrasi, sebab selama bermain hanya focus pada satu tujuan untuk skak mat
dan menjadi pemenang. Catur mengembangkan pemikiran yang logis. Bermain catur
memerlukan strategi logis. Misalnya, harus menjaga agar posisi bidak raja
senantiasa selamat dan aman dari ancaman lawan, tidak membuat posisi bidak
menjadi lemah dan tidak membuat bidak-bidak lainnya dimakan lawan tanpa
perlawanan. Catur meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas, membuat
seseorang menjadi penemu untuk pertahanan. Catur mengajarkan menjadi mandiri,
seorang anak ditantang untuk membuat keputusan yang penting berdasarkan pengamatan
sendiri. Catur mengembangkan kemampuan untuk memprediksi dan melihat segala
kemungkinan yang akan terjadi dari setiap langkah.
2. Puzzle
Puzzle
merupakan permainan teka-teki dengan berbentuk kepingan untuk dipasangkan pada
tempat yang sesuai dengan bentuk dan gambarnya. Permainan ini bisa membantu
daya nalar dan daya ingat anak. Daya nalarnya bekerja ketika anak harus
menggabungkan satu bentuk puzzle dengan yang lainnya. Anak akan memikirkan
kira-kira kepingan mana yang cocok dengan kepingan yang dipegangnya.
Lama-kelamaan, permainan puzzle ini juga akan meningkatkan daya ingat anak.
Jika awalnya anak membutuhkan waktu sepuluh menit, pada permaian selanjutnya
pasti akan menyelesaikan dalam waktu lebih pendek, mungkin tujuh menit atau
hanya lima
menit. Anak akan hafal letak kepingan-kepingan tersebut dimana harus
diletakkan. Tak mengherankan jika anak terbiasa memainkan satu bentuk puzzle,
maka anak akan membutuhkan waktu yang lebih pendek untuk menyelesaikan
permainan berikutnya. Yang harus diperhatikan, orang tua jangan memberikan
puzzle yang terlalu rumit yang hanya akan membuat anak menjadi bingung karena
tidak bisa menyelesaikan permainannya.
3.
Halma
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan halma adalah permianan di atas papan
atau karton bergambar bintang bersudut enam yang dimainkan oleh tiga orang,
masing-masing memakai orang-orangan yang berlainan warnanya berjumlah lima belas buah yang
kesemuanya harus dimasukkan ke dalam kubu di seberang kubunya.
Permainan
halma bisa digunakan untuk mengajarkan pada anak tentang taktik dan strategi
ketika anak menggerakkan bidaknya untuk mencapai daerah lawan. Anak pun akan
terlatih untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat. Hal ini akan berguna
untuk membentuk anak menghadapi sebuah permasalahan yang harus dicari
solusinya.
4.
Sambung Kaki
Nama
permainan Sambung Kaki berasal dari nama suatu alat yang digunakan oleh para
pelakunya. Alat yang digunakan berupa dua buah tongkat terbuat dari bambu yang
dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan alat penyambung kaki bagi
mereka yang melakukan permainan ini. Kemudian mengingat kedua tongkat yang
berfungsi sebagai penyambung kaki itu, merupakan cirri khas dari permainan ini,
maka masyarakat memberikan nama pada permainan ini diambil dari nama dan fungsi
alat yang digunakan dalam melakukan permainan ini yaitu sambung kaki atau dalam
bahasa lain di Sumatera Selatan dikenal dengan nama Tingkau san Selincak dan
dalam bahasa Jawa disebut Egrang.
Permainan
ini akan berperan sekali dalam membina anak untuk menjadi anak-anak yang
terampil dan disiplin, berani mengambil resiko dan bertanggung jawab pada
setiap perbuatan yang dilakukan (Suwondo, 1983).
Mengingat pentingnya permainan bagi
anak-anak maka orang tua perlu memberikan berbagai macam permainan bagi
anaknya. Jangan membatasi hanya pada satu permainan. Orang tua harus menawarkan
permainan yang lebih variatif dan menyenangkan, sehingga dengan begitu akan
terangsang kreativitasnya yang dapat mengasah otak yang kelak sangat berguna
bagi anak karena dapat mempengaruhi kecerdasannya.
Pustakawan Institut Seni
Indonesia (ISI) Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar