Slogan kami

Redaksi Buletin Pustaka mengucapkan Selamat Hari Soempah Pemoeda, 28 Oktober 2013

Rabu, 31 Juli 2013

Buku, Alternatif Buah Tangan saat menjenguk si sakit

*Bambang Murdianto, SS.
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa menengok orang sakit, akan ada yang memanggil dari Langit, “Engkau telah berbuat baik dan langkahmu telah benar, engkau juga berhak atas sebuah rumah di Jannah”.(Hadits riwayat At-Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah)


Ketika seseorang opname/ sedang dirawat dirumah Sakit, biasanya membutuhkan suasana hati yang mendukung untuk mempercepat proses penyembuhan. Pasien yang sedang sakit, selain sakit yang diderita, mereka mengalami suasana hati jenuh, bosan dan ‘homesick’.
Sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita, bila ada yang sakit, keluarga, saudara, tetangga teman maupun kenalan, budaya menjenguk masih sangat kental.
Memberikan dukungan, semangat, doa kesembuhan atau ada pula yang membawa buah tangan seperti buah, kue, roti ataupun bunga sudah umum di masyarakat, bahkan sering juga dukungan financial diberikan sebagai wujud persaudaraan.
Di negara barat, menengok saudara/ teman membawakan sesuatu yang berbeda. Umumnya mereka membawa karangan bunga yang indah, karena mereka percaya keindahan serta harum bunga menjadi media terapi penyembuhan alami, juga sebagai ikatan akan rasa kasih sayang terhadap pasien dalam wujud perhatian yang diungkapkan dengan bunga. Dengan perhatian itu, pasien tidak akan merasa sendirian.
Kedatangan teman, saudara akan membangkitkan motivasi bagi pasien dalam masa recovery-nya di rumah sakit. Selain merasa senang, kedatangan teman/ saudara yang menenguk pastinya akan menjadi hiburan bagi pasien.
Namun sayangnya, buah tangan yang kita bawa seringkali tidak secara langsung berguna bagi pasien. Misal buah dan roti, karena pasien sedang sakit, nafsu makan menjadi kurang/ ternyata ada pantangan makanan, akhirnya buah tangan dari penjenguk yang menghabiskan adalah keluarga pasien.
Begitupula rangkaian bunga, selain pihak penunggu harus menyediakan vas, tempat untuk menaruh bunga tersebut, juga tidak dapat bertahan lama, tentunya sangat merepotkan.
Yang masih sangat jarang dilakukan, menjenguk dengan menghadiahkan buku untuk pasien. Ada banyak manfaat membawakan saat menjenguk orang sakit. Pertama, buku merupakan barang yang relatif bertahan lama, bisa dimanfaatkan (dibaca) oleh lebih satu orang. Berbeda dengan buah atau makanan yang akan habis, bunga juga akan layu. Setelah pasien pulang, buku masih dapat dimanfaatkan sebagai koleksi perpustakaan pribadi. Selain itu, buku yang kita hadiahkan akan menjadi kenangan tersendiri bagi pasien.
gbr : diambil dari http://rumametmet.com
Kedua, bagi pasien yang membutuhkan ketenangan, membaca buku adalah aktivitas yang tepat karena bisa dilakukan dengan berbaring. Membaca juga tidak membutuhkan energi banyak. Di dalam halaman buku dapat dituliskan pesan dan harapan agar segera diberi kesembuhan atau tulisan lain yang memotivasi.
Buku-buku yang dihadiahkan, saat kita menjenguk orang sakit diusahakan sesuai minat dari si pasien. Jikalau kurang mengetahui bisa pula buku-buku motivasi, buku rohani dan buku cerita populer. Jika yang sakit anak anak, buku anak-anak akan menjadi pelipur lara yang tepat. Gambar dan cerita yang menarik tentunya bisa membuat anak yang sakit melupakan sejenak apa yang dideritanya.  Apalagi jika kedekatan emosional dengan pasien anak tersebut, sekalian dibacakan cerita (didongengkan) buku tersebut akan mengembalikan keriangan anak.
Manfaat ketiga buku, bagi penunggu/ keluarga pasien. Buku yang dihadiahkan juga bisa menjadi hiburan saat menemani pasien.  Tentunya ada pengecualian membawakan buku jika sakit yang diderita tidak memungkinkan untuk membaca buku, misal sakit mata, stroke, lumpuh atau sakit berat lainnya.
Budaya yang sudah melekat, memang membutuhkan waktu lama untuk bertransformasi, namun dengan melakukan sebuah hal kecil pasti akan bermanfaat, walaupun diperlukan waktu yang tidak singkat untuk mengubah kebiasaan itu. Maka sebuah kebiasaan baru yang positif, ‘menjenguk orang sakit, bawakan buku’ akan menguntungkan bagi kita sendiri, bagi pasien bahkan bagi masyarakat.  
Nb; ---- Membaca buku bagi pasien, sudah disadari oleh beberapa rumah Sakit, karena sangat mendukung masa recovery. Beberapa rumah sakit yang juga menyediakan sarana membaca (menurut pengetahuan penulis), antara lain;
-     RSUP Fatmawati, Jakarta
-     RS Gatot Subroto, Jakarta
-     RS Persahabatan, Jakarta
-     RSUP Pertamina, jakarta
-     RS Moewardi, Solo
-     RSUD dr. Karyadi, Semarang
-     RSUD Dr. Srdjito, Yogyakarta
-     RSUD Ungaran
-     RSU Pirngadi, Medan
-     Rumah Sakit Islam Banyubening Solo
Tentunya masih banyak Rumah sakit yang menyediakan fasilitas membaca bagi pasien maupun keluarga penunggu. Salam membaca!
Staf Sie. Pengelolaan Perpustakaan
Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah Kabupaten Semarang 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar